Sumbangan Korban Bencana Rp 1 Miliar, Wanita Ini Pakai Untuk Berjudi

Spread the love
Sumbangan
Sisa bangunan apartemen Greenfell Tower yang terbakar di Kensington Utara, London ©2019 QQPemilu.com

QQPemilu.com – Wanita yang bernama Jenny McDonagh telah memakai uang sumbangan untuk kepentingan pribadi. Hal ini serupa dan kerap sekali kita jumpai di acara televisi. Tenyata kasus demikian telah terjadi di Inggris.

Sebenarnya uang sumbangan itu dimaksudkan untuk korban kebakaran di apartement Grenfell Tower yang terletak di kawasan Kensington Utara, London.

Dilansir dari Republika.co.id, dengan keterangan bahwa Jenny memakai uang tersebut untuk berliburan ke Dubai, Los Angeles, perawatan, dan judi online.

Sumbangan sebanyak 62 ribu pound sterling atau setara Rp 1,1 miliar (1 pound sterling = Rp 19.282). Hampir setengahnya dipakai untuk berjudi.

“Dia menghabiskan uang 32 ribu pound sterling (Rp 308 juta), 16 ribu pound sterling menang dan 16 ribu pound sterling kalah di judi online,” ucap Jaksa Robert Simpson.

Jenny sebelumnya adalah manager finansial untuk Kensington and Chelsea Council. Kensington adalah lokasi Grenfell Tower.

Kebakaran di Grenfell Tower terjadi pada 14 Juni 2017. Sebanyak 72 orang meninggal dalam tragedi itu. Butuh 15 jam sampai api bisa dipadamkan.

 

Sumbang USD 1,8 Miliar Kepada Universitas

Sumbangan
Miliarder Michael Bloomberg ©2019 QQPemilu.com

Berbeda dengan Jenny McDonagh, pria ini yang bernama Michael Bloomberg sekaligus miliarder bersiap menyumbangkan uang beasiswa senilai USD 1,8 miliar kepada Universitas Johns Hopkins di Baltimore, Maryland. Sumbangan tersebut didaulat sebagai yang terbesar di dunia pendidikan sepanjang sejarah Amerika Serikat (AS).

Dirangkum dari Baltimore.sun, hibah bersejarah itu akan dipakai untuk beasiswa kelas menengah dan bawah, sehingga universitas bisa menerima murid tanpa memandang status finansial mereka (need-blind admission). Para mahasiswa pun tidak perlu lagi repot mencari pinjaman uang untuk bayar kuliah.

Presiden Universitas Johns Hopkins Ronald J. Daniels menyamakan donasi sang miliarder dengan donasi yang dilakukan tokoh bersejarah Johns Hopkins untuk membangun universitas itu.

Atau sumbangan Gubernur California Leland Stanford dalam membangun Universitas Stanford, serta sumbangan John D. Rockefeller ke Universitas Chicago.

“Ini adalah level yang berbeda dan sungguh transformatif. Ini adalah momen agar Hopkins diperkuat untuk membawa populasi mahasiswa ke Baltimore yang betul-betul mencerminkan jati diri negara ini,” ujarnya.

Bloomberg sendiri merupakan alumnus universitas tersebut dan mendapat gelar sarjana teknik elektro pada 1964.

Donasi ini dibuat setelah 1,5 tahun berdiskusi dengan pihak universitas, dan karena keinginannya agar negaranya bisa menghargai orang berdasarkan kualitas kinerja mereka, bukan karena uang.

“Menolak murid masuk ke kampus atas dasar kemampuan mereka dalam membayar adalah mencederai peluang setara (equal opportunity). Itu menghasilkan kemiskinan intergenerasi. Dan itu mencederai jantung impian Amerika: yakni identik bahwa setiap orang, dari setiap masyarakat, memiliki kesempatan untuk bangkit berdasarkan jasa mereka,” tulis Bloomberg dalam op-ed di The New York Times.

Selama hidupnya, sang miliarder telah menyumbang lebih dari USD 6,4 miliar. Dia juga aktif dalam donasi politik, serta dikabarkan akan mencalonkan diri sebagai presiden AS pada 2020 mendatang.

Baca Juga:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of